Zero Covid Di Tiongkok Melonggar! The Fed Akan Naikan Suku Bunga Lagi!

Zero Covid Di Tiongkok Melonggar! The Fed Akan Naikan Suku Bunga Lagi!

Bluepoin.com – Indeks saham di Asia Kamis (1/12) mayoritas di tutup naik setelah Tiongkok tampak memperlonggar sikapnya terhadap pandemik COVID-19 dan ketua bank sentral AS (Federal Reserve) Jerome Powell memberi sinyal perlambatan pada laju kenaikan suku bunga acuan Federal Funds Rate (FFR).

 

Wakil PM Tiongkok, Sun Chunlan mengatakan upaya Tiongkok dalam memerangi virus COVID-19 sedang memasuki fase baru dengan varian Omicron mulai melemah dan semakin banyak rakyat Tiongkok yang melakukan vaksinasi. Beijing juga memberi indikasi sejumlah pasien COVID-19 dapat melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing.

 

Ekspektasi semakin kuat bahwa Tiongkok, sambil berusaha membatasi penyebaran virus COVID-19, dapat mempertimbangkan pembukaan kembali (reopening) ekonominya di tahun depan setelah mencapai tingkat vaksinasi yang lebih tinggi di antara populasi berusia lanjut.

 

Jerome Powell memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga acuan FFR sebesar 50 bps bulan ini setelah menaikkan suku bunga FFR sebesar 75 bps sebanyak empat kali beruntun.

 

Pasar derivative sekarang memberi indikasi puncak kenaikan FFR akan berada di bawah 5% di bulan Mei 2023. Sebelumnya, pasar derivative mengantisipasi puncak FFR di atas 5% yang akan terjadi di bulan Juni 2023.

 

Dari sisi makroekonomi, investor mencerna data Caixin Manufacturing PMI Tiongkok yang keluar di level 49.4 untuk bulan November, lebih tinggi dari ekspektasi 48.8 dan menandakan kontraksi selama empat bulan beruntun.

 

Dari dalam negeri, laju inflasi umum Indonesia melambat ke tingkat terendah dalam 3 bulan, 5.42% Y/Y di bulan November dari 5.71% Y/Y di bulan Oktober. Lebih baik dari konsensus pasar yang sebesar 5.5%, angka inflasi bulan November ini masih bertahan di atas kisaran target inflasi Bank Indonesia, 2% – 4%, selama enam bulan beruntun. Sementara itu, inflasi inti (Core CPI) naik 3.30% Y/Y, turun tipis dari 3.31% Y/Y di bulan Oktober.

 

Data S&P Global Manufacturing PMI Indonesia turun ke level 50.3 di bulan November dari level 51.8 di bulan Oktober. Ini menandakan ekspansi di sektor Manufaktur selama 15 bulan beruntun meskipun dengan laju yang paling lambat sejak bulan Juni 2022 di tengah kekhawatiran mengenai suramnya prospek ekonomi global.

 

Statistik

IHSG: 7,020.803 | -60.510 poin |(-0.85%)
Volume (Shares) : 37.459 Billion
Total Value (IDR) : 17.358 Trillion
Market Cap (IDR) : 9,523.626 Trillion
Saham naik : 237
Saham turun : 308

Sektor Penekan
Finansial : -13.564 Poin
Teknologi : -3.300 Poin
Non Siklikal : -2.504 Poin

 

Berikut Rekomendasi saham Pilihan Hari Ini Jumat (2/12) – Bluepoin.

DEWI
BUY 230 – 242
TP1 250  – 260
TP2 270 – 280
TP3 300 – 310
SL IF CLOSE <224

 

Bagi kalian yang mau membuka akun trading saham di Jasa Utama Capital Sekuritas, kalian bisa meng klik link di bawah ini ya, dan jangan lupa untuk konfirmasi melalui personal chat atau chat grup untuk mendapatkan fasilitas dari pembukaan akun di Jasa Utama Capital. 

 

OPEN ACCOUNT J.U.C

You May Also Like

About the Author: bluepoin.com

Bluepoin.com merupakan portal web berita dan artikel daring di Indonesia.