Tiongkok Memulai Kebijakan Lockdown! Ini Rekomendasi Saham Besok

Saham Teknologi Naik! Ini Rekomendasi Saham (31/03)

World Market Review

Bluepoin, Jakarta Indeks saham di Asia sore ini Senin (28/3) ditutup variatif (mixed) dengan kecenderungan melemah karena sentimen pasar masih tertekan oleh risiko yang dihadapi ekonomi global dari tingginya laju inflasi serta pengetatan kebijakan moneter.

Risiko inflasi masih akan tinggi sepanjang gangguan pasokan sejumlah komoditas terus terganggu, terutama oleh perang di Ukraina. Selain itu, gelombang terkini penularan virus COVID-19 di Tiongkok juga di takutkan akan memperparah gangguan pada rantai pasok global.

Hari ini Tiongkok memulai kebijakan Lockdown paling ketat dalam dua tahun untuk melakukan testing secara massal serta mengendalikan penularan virus COVID-19 di kota Shanghai, kota terbesar di Tiongkok dengan populasi 26 juta.

Di pasar obligasi, bank sentral Jepang atau Bank Of Japan (BOJ) berusaha sekuat tenaga mempertahankan target imbal hasil (yield) surat utang Pemerintah Jepang (JGB) dengan melakukan 2 kali pembelian dalam satu hari. Namun demikian, yield JGB bertenor 10 tahun masih naik menyentuh 0.25%, level tertinggi dalam 6 tahun.

Jika imbal hasil dibiarkan menembus 0.25%, maka investor akan berpikir bahwa BOJ telah mentoleransi imbal hasil berada di atas level tersebut sehingga akan mempersulit BOJ dalam menjalankan kebijakan pengendalian kurva imbal hasil atau Yield Curve Control (YCC).

Dalam kebijakan YCC, BOJ berjanji untuk mengarahkan yield JGB bertenor 10 tahun sekitar 0% selama tidak melebihi 0.25%. YCC adalah bagian dari upaya menggairahkan aktifitas ekonomi dengan mempertahankan biaya pinjaman yang rendah.

Sementara itu, salah satu bagian dari kurva imbal hasil (yield curve) surat utang Pemerintah AS bergerak terbalik (inverted) untuk pertama kali sejak Februari 2006 setelah yield surat utang Pemerintah AS bertenor 5 tahun lebih tinggi dari yield surat utang Pemerintah AS bertenor 30 tahun.

Hal ini memberi indikasi bahwa pasar obligasi mengantisipasi perlambatan aktivitas ekonomi atau bahkan resesi ekonomi pada saat bank sentral AS (Federal Reserve) menaikkan suku bunga acuan secara agresif.

Indonesian Market Review

IHSG ditutup menguat karena aksi jual-beli asing pada saham-saham besar, ditengah bursa regional yang beragam. investor asing mencatatkan Net Buy Rp347M di pasar Reguler setelah net buy selama empat hari berturut-turut.

TLKM dan BBNI menopang kenaikan Indeks karena didorong arus masuk asing. sedangkan BUKA melonjak ke level tertinggi selama tiga minggu terakhir setelah tellimer mengupgrade ke BUY dan valuasi yang lebih rendah dibandingkan dengan IPO GOTO.

Statistik

IHSG: 7,049.603 | +47.071 poin |(+0.67%)
Volume (Shares) : 25.454 Billion
Total Value (IDR) : 14.290 Trillion
Market Cap (IDR) : 8,901.950 Trillion
Foreign Net Buy (RG): IDR 742.70 Billion
Saham naik : 286
Saham turun : 236

 

Sektor Penguatan Terbesar

Industrial : +1.85%
Energi : +1.72%
Konsumen Non Siklikal : +0.92%

 

Berikut Rekomendasi saham Pilihan Hari Ini Selasa ( 29/03 ) – Bluepoin.com

 

SMRA
BUY  760 – 790
TP1 820 – 840
TP2 870 – 890
TP3 930 – 950
SL IF CLOSE <750

You May Also Like

About the Author: bluepoin.com

Bluepoin.com merupakan portal web berita dan artikel daring di Indonesia.

3 Comments to “Tiongkok Memulai Kebijakan Lockdown! Ini Rekomendasi Saham Besok”

  1. O que devo fazer se tiver dúvidas sobre meu parceiro, como monitorar o telefone celular do parceiro? Com a popularidade dos telefones inteligentes, agora existem maneiras mais convenientes. Por meio do software de monitoramento do telefone móvel, você pode tirar fotos remotamente, monitorar, gravar, fazer capturas de tela em tempo real, voz em tempo real e visualizar telas do telefone móvel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *