Saham Teknologi, Logam dan Batubara Kompak Turun! Ini Rekomendasi (20/4)

Sektor Energy Eropa +17%!! Cek Rekomendasi Saham (28/04)

Indeks saham di Asia Selasa (19/4) ditutup varitif (mixed) dengan kecenderungan turun karena investor menimbang kebijakan Pemerintah Tiongkok untuk menopang ekonomi dan prospek pengetatan kebijakan moneter yang lebih cepat oleh bank sentral AS (Federal Reserve).

Pada akhir pekan lalu, bank sentral Tiongkok (PBOC) mengumumkan pada akan menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM) perbankan sebesar 25 bps, membebaskan sekitar 530 miliar Yuan (USD83.25 miliar) dalam bentuk likuiditas jangka panjang untuk menahan perlambatan laju ekonomi.

Namun, investor merasa penurunan ini lebih kecil dari ekspektasi sehingga mungkin tidak cukup untuk menahan perlambatan tajam ekonomi di Tiongkok yang tentunya akan memberi pengaruh besar pada pertumbuhan ekonomi global. Para pakar ekonomi menilai penyesuaian pada kebijakan ketat pembatasan sosial (Lockdown) justru dapat membantu pertumbuhan ekonomi.

Bank Dunia kemarin memangkas secara drastis proyeksi pertumbuhan ekonomi global untuk tahun ini pasca invasi Rusia ke Ukraina menjadi hanya 3,2% dari prediksi pada bulan Januari lalu yang sebesar 4,1%. Penurunan proyeksi ini di picu oleh perlambatan ekonomi untuk kawasan Eropa dan Asia Tengah yang mencakup Rusia dan Ukraina.

Hari ini, rilis notulen rapat kebijakan bank sentral Australia pada bulan April (RBA Minutes) memperlihatkan bahwa RBA semakin dekat dengan keputusan menaikkan suku bunga acuan untuk pertama kali dalam lebih dari 1 dekade di tengah lonjakan inflasi dan ketatnya pasar tenaga kerja yang terus mengerek pertumbuhan upah.

RBA memprediksi inflasi inti akan naik melebihi kisaran target 2% – 3% di 1Q22 dan semakin banyak perusahaan yang membebankan kenaikan biaya pada konsumen. Pertumbuhan upah masih di bawah laju inflasi namun kemungkinan besar akan melakukan akselerasi seiring dengan turunnya Tingkat Pengangguran menjadi 4%.

Pelaku pasar berspekulasi suku bunga acuan akan di naikkan menjadi 0,25% pada pertemuan kebijakan RBA tanggal 7 Juni yang akan di ikuti oleh 7 kenaikan lagi sehingga suku bunga acuan akan mendekati 2,0% di akhir tahun ini.

 

Indonesian Market Review

IHSG ditutup melemah disebabkan penurunan saham teknologi, saham logam, dan batubara karena aksi ambil untung setelah lonjakan kemarin. GOTO menopang penurunan indeks karena turun paling banyak sejak listing. saham-saham telekomunikasi melanjutkan kenaikan karena peluang trafik data yang tinggi selama libur idul fitri.

 

Statistik

IHSG: 7,199.232 | -76.057 poin |(-1.05%)
Volume (Shares) : 24.559 Billion
Total Value (IDR) : 15.225 Trillion
Market Cap (IDR) : 9,423.909 Trillion
Foreign Net Buy (RG): IDR 329.50 Billion
Saham naik : 179
Saham turun : 359

 

Sektor Penekanan Terbesar

Transportasi & Logistik : -2.44%
Konsumen siklikal : -1.53%
Kesehatan : -1.33%

 

Berikut Rekomendasi saham Pilihan Hari Ini Rabu ( 20/04 ) – Bluepoin.com

TBIG
BUY  2940 - 3050
TP1 3150 - 3220
TP2 3320 - 3400
TP3 3500-3600
SL IF CLOSE <2880

You May Also Like

About the Author: bluepoin.com

Bluepoin.com merupakan portal web berita dan artikel daring di Indonesia.

4 Comments to “Saham Teknologi, Logam dan Batubara Kompak Turun! Ini Rekomendasi (20/4)”

  1. Lorsque nous soupçonnons que notre femme ou notre mari a trahi le mariage, mais qu’il n’y a aucune preuve directe, ou que nous voulons nous inquiéter de la sécurité de nos enfants, surveiller leurs téléphones portables est également une bonne solution, vous permettant généralement d’obtenir des informations plus importantes..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *