Laporan Pupuk Organik atau Kompos TKKS Bekas Media Jamur.

Laporan Pupuk Organik atau Kompos TKKS Bekas Media Jamur.

Pupuk Organik atau Kompos TKKS Bekas Media Jamur.

 

Bluepoin.com – Menurut Hannum et al., (2014) pencemaran yang ditimbulkan dari industri kelapa sawit memiliki beberapa potensi bahan organik yang terkandung dalam limbah kelapa sawit, oleh karena itu suatu perkebunan kelapa sawit dituntut untuk mengelola limbahnya. Langkah pengelolaan limbah tersebut merupakan upaya awal untuk mengurangi dampak negatif demi mewujudkan industri yang berwawasan lingkungan. Pembuatan pupuk dari limbah sawit merupakan salah satu pemanfaatan limbah dari pabrik kelapa sawit. Beberapa bahan organik dapat dijadikan sebagai pupuk organik, adalah tandan kosong kelapa sawit (TKKS), jerami padi, dan tithonia, karena keberadaannya yang melimpah di sekitar kita dan belum dimanfaatkan secara optimal. Selama ini pemanfaatan limbah tandan kosong kelapa sawit sangat terbatas yaitu ditimbun (open dumping) dan dibakar dalam incinerator (Firmansyah, 2011). Hasil samping dari industri perkebunan kelapa sawit seluruhnya dapat dimanfaatkan jika para pelaku industri mampu mengelolanya dengan baik. Menurut Mulyani (2014), Kadar hara P, K, Na, Mg, Cu, Mn pada kompos lebih tinggi dibandingkan bahan mentahnya. Tandan kosong kelapa sawit memiliki komposisi kimia berupa selulosa 45,95%, hemiselulosa 22,84%, lignin 16,49%, minyak 2,41%, dan abu 1,23%.

 

Pemberian pupuk organik ke dalam tanah juga dapat memperbaiki struktur tanah menjadi lebih gembur, sehingga sistem perakaran dapat berkembang lebih baik dan proses penyerapan unsur hara berjalan lebih optimal (Yelianti et al., 2009). Berdasarkan hal tersebut maka TKKS berpotensi sebagai bahan baku pembuatan pupuk organik. Penggunaan TKKS dalam pembuatan pupuk organik dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu cara langsung dan tidak langsung. Pemanfaatan secara langsung ialah dengan menggunakan TKKS sebagai mulsa, sedangkan secara tidak langsung dengan mengomposkan TKKS terlebih dahulu sebelum digunakan sebagai pupuk organik (Widiastuti dan Panji, 2007).

Komposisi Senyawa Selulosa Pada TKKS

 

Tandan kosong kelapa sawit (TKKS) dapat digunakan sebagai bahan baku pupuk organik. Pupuk yang terbuat dari tandan kosong kelapa sawit (TKKS) memiliki kandungan unsur hara yang dibutuhkan oleh tanah dan tanaman. Pemanfaatan pemberian TKKS secara langsung sebagai pupuk organik memiliki nilai jual ekonomi yang rendah. TKKS akan mengalami peningkatan nilai ekonomi jika TKKS dimanfaatkan sebagai media budidaya jamur terlebih dahulu, kemudian TKKS bekas media jamur dimanfaatkan untuk pembuatan pupuk organik. Penggunaan TKKS sebagai media budidaya jamur dapat meningkatkan produktivitas budidaya jamur karena luas permukaan media TKKS menjadi lebih luas sehingga dekomposisi selulosa, hemiselulosa, dan lignin bisa lebih cepat. Komposisi senyawa kimia penyusun TKKS antara lain selulosa, lignin, holoselulosa, hemiselulosa, air dan abu dapat dilihat pada Tabel. 

Sumber: Shinoj et al. (2011)

 

TKKS merupakan limbah perkebunan sawit, TKKS dapat dimanfaatkan dengan sangat baik sebagai media tanam jamur. TKKS merupakan media tanam yang bagus dan lebih berkualitas dibandingkan dengan media tanam jamur yang sering digunakan. Penggunaan limbah TKKS sebagai media jamur memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

Kandungan unsur hara yang terdapat di dalam TKKS juga dibutuhkan oleh jamur. Budidaya jamur khususnya jamur merang selama ini dibudidayakan pada media serbuk gergaji, ampas tebu, jerami, dan kayu. Pemanfaatan TKKS sebagai media tanam jamur merang merupakan solusi yang tepat untuk menjawab permasalahan limbah TKKS yang ada di Indonesia. Indonesia dapat menghasilkan limbah TKKS sebanyak kurang lebih 6 juta Ton TKKS dalam setahun.

 

You May Also Like

About the Author: bluepoin.com

Bluepoin.com merupakan portal web berita dan artikel daring di Indonesia.