Krisis Energi Global Sampai Kenaikan Inflasi Mewarnai Bulan ini

Krisis Energi Global Sampai Kenaikan Inflasi Mewarnai Bulan ini

Bluepoin.com – Indeks saham di Asia Selasa (4/10) ditutup naik seiring dengan semakin kuatnya spekulasi bahwa gelombang pengetatan kebijakan moneter global akan segera berakhir. Hal ini ditandai dengan bank sentral Australia (RBA) menaikkan suku bunga dengan laju yang lebih kecil dari ekspektasi pasar.

 

RBA menaikkan suku bunga acuan Cash Rate sebesar 25 bps menjadi 2.6%, lebih rendah dari estimasi kenaikan suku bunga 50 bps. Ini adalah kenaikan suku bunga ke enam kali secara beruntun oleh RBA dalam usahanya mengendalikan inflasi.

 

Sebelumnya, RBA sudah empat kali menaikkan suku bunga sebesar 50 bps dan satu kenaikan suku bunga sebesar 25 bps di bulan Mei. RBA memutuskan memperlambat laju pengetatan kebijakan moneter karena suku bunga Cash Rate di nilai sudah naik terlalu tinggi dalam waktu yang singkat.

 

RBA juga sadar bahwa beban utang rumah tangga di Australia adalah salah satu yang tertinggi di dunia di tambah lagi dengan popularitas suku bunga KPR yang mengambang di Australia. Akibatnya, setiap kenaikan suku bunga acuan yang drastis akan memberi pukulan berat bagi ekonomi Australia.

 

RBA meramalkan tingkat inflasi akan mencapai puncaknya di 8% sebelum bergerak turun menjadi 4% di tahun depan dan sekitar 3% di tahun 2024.

 

Data ISM Manufacturing Index AS yang di rilis semalam juga memberi harapan bahwa bank sentral AS (Federal Reserve) akan memperlambat pengetatan kebijakan moneter karena kenaikan suku bunga yang secara kumulatif mencapai 3% sudah mulai berdampak pada ekonomi AS.

 

Di Jepang, inflasi inti di Tokyo, indikator bagi inflasi nasional naik 2.8% Y/Y di bulan September, melampaui target 2% Bank Of Japan (BOJ) selama 4 bulan beruntun dan menandakan tingkat tertinggi sejak 2014.

Data ini memperkuat ekspektasi pasar bahwa inflasi inti Jepang akan mendekati 3% di bulan-bulan mendatang dan memicu keraguan atas pandangan BOJ bahwa kenaikan harga-harga saat ini yang di akibatkan oleh lonjakan biaya (cost-push inflation) bersifat sementara.

 

Indonesia Economic Review

IHSG ditutup menguat mengikuti reli di pasar global karena sentimen yang membaik. Investor beranggapan bahwa bank sentral dapat memperlambat laju pengetatan moneter. PBRX akan melakukan right issue saham maksimal sebanyak 15 milyar lembar saham.

Saham batubara kembali memimpin pergerakan saham komoditas karena harga batubara AS melampui $200 karena krisis energi yang makin meluas. Saham emas naik karena harga emas memperpanjang kenaikan terbesarnya sejak maret karena imbal hasil USD yang lebih lemah.

 

Statistik

IHSG: 7,072.256 | +62.538 poin |(+0.89%)
Volume (Shares) : 24.755 Billion
Total Value (IDR) : 13.418 Trillion
Market Cap (IDR) : 9,322.508 Trillion
Saham naik : 373
Saham turun : 167

 

Sektor Penguatan Terbesar

Energi : +3.18%
Transportasi & Logistik : +2.17%
Barang Baku : +2.00%

 

Berikut Rekomendasi saham Pilihan Hari Ini Rabu (5/10) – Bluepoin.

Krisis Energi Global Sampai Kenaikan Inflasi Mewarnai Bulan ini

ENRG
BUY 256 – 272
TP1 280 – 290
TP2 300 – 310
TP3 320 – 330
SL IF CLOSE <348

You May Also Like

About the Author: bluepoin.com

Bluepoin.com merupakan portal web berita dan artikel daring di Indonesia.