Ketegangan AS Dan Tiongkok Menurun! Kabar Baik?

Ketegangan AS Dan Tiongkok Menurun! Kabar Baik?

Bluepoin.com – Indeks saham di Asia Selasa (15/11) ditutup menguat sementara harga minyak mentah turun cukup tajam karena investor mencerna implikasi ekonomi dari pelonggaran kebijakan COVID-19 di Tiongkok.

 

Investor juga menyambut baik sinyal penurunan ketegangan antara AS dan Tiongkok setelah Presiden AS Joe Biden melakukan pertemuan tatap muka dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping selama tiga jam sebelum dimulainya pertemuan puncak negara G20 di Bali. Kedua negara berjanji untuk lebih sering menjalin komunikasi.
Rilis data ekonomi Tiongkok yang memperlihatkan perlambatan aktivitas ekonomi di bulan Oktober tidak menghalangi pergerakan naik indeks saham regional.

 

Penjualan Ritel secara tak terduga turun 0.5% Y/Y setelah tumbuh 2.5% Y/Y di bulan September. Ini adalah penurunan pertama dalam lima bulan terakhir seiring dengan lemahnya konsumsi akibat dampak dari lonjakan kasus penularan COVID-19 dan kebijakan zero COVID yang ketat.

 

Industrial Production tumbuh 5.0% Y/Y di bulan Oktober, lebih rendah dari estimasi pertumbuhan 5.2% dan melambat dari kenaikan 6.3% Y/Y di bulan September. Data ini menunjukkan bahwa ekonomi Tiongkok kehilangan momentum di tengah lonjakan kasus penularan COVID-19 dan kelesuan sektor properti.

 

Daftar Isi!

Investasi Aset Tetap

(Fixed-Asset Investment) meningkat 5.8% Y/Y selama periode Januari – Oktober tahun ini, lebih rendah dari kenaikan 5.9% Y/Y dalam 9M22.

Tingkat Pengangguran di perkotaan berada di 5.5% selama bulan Oktober atau tidak berubah dari bulan sebelumnya, tanda bahwa pasar tenaga kerja Tiongkok secara umum berada dalam kondisi stabil.

 

Dari Jepang, data awal memperlihatkan ekonomi secara mengejutkan mengalami kontraksi 1.2% Y/Y di 3Q22, lebih buruk dari estimasi pertumbuhan 1.1% dan berbalik arah dari ekspansi 4.6% Y/Y di 2Q22.
Ini adalah kontraksi pertama dalam setahun terakhir dan merefleksikan lemahnya belanja konsumen di tengah tingginya tekanan inflasi. Lesunya investasi sektor swasta serta membengkaknya impor akibat depresiasi nilai tukar mata uang JPY.

 

Dari dalam negeri, surplus Neraca Perdagangan turun menjadi USD5.67 miliar di bulan Oktober dari USD5.74 miliar pada periode yang sama tahun lalu namun masih lebih tinggi dari estimasi surplus USD4.5 miliar.
Ekspor tumbuh 12.3% Y/Y menjadi USD24.81 miliar dan memperpanjang rangkaian kenaikan menjadi 24 bulan beruntun. Impor bahkan tumbuh lebih cepat lagi, 17.44% Y/Y menjadi USD19.14 miliar dan menandakan pertumbuhan positif selama 21 bulan beruntun.

 

Selama 10 bulan pertama tahun ini, surplus Neraca Perdagangan melebar tajam menjadi USD45.52 miliar dari USD30.90 miliar di 10M21.

Statistik

IHSG: 7,035.500 | +16.108 poin |(+0.23%)
Volume (Shares) : 26.450 Billion
Total Value (IDR) : 13.863 Trillion
Market Cap (IDR) : 9,456.815 Trillion
Saham naik : 255
Saham turun : 276

Sektor Penopang
Konsumen Non Siklikal : +3.178 Poin
Energi : +2.587 Poin
Finansial : +1.404 Poin

Berikut Rekomendasi saham Pilihan Hari Ini Rabu (16/11) – Bluepoin.

IPPE 
BUY 208 – 220
TP1 228 – 236 
TP2 244 – 250
TP3 260 – 270
SL IF CLOSE <202

You May Also Like

About the Author: bluepoin.com

Bluepoin.com merupakan portal web berita dan artikel daring di Indonesia.