Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Kamis (9/3). IHSG mengalami kenaikan sebesar 0,43%

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Kamis (9/3). IHSG mengalami kenaikan sebesar 0,43% atau naik sebanyak 28,54 poin menjadi 6.595,88 pada pukul 09.03 WIB. Penguatan IHSG tersebut didorong oleh kinerja sejumlah sektor, salah satunya adalah sektor transportasi yang melaju.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan bahwa sektor transportasi mengalami kenaikan sebesar 1,72%. Beberapa saham sektor transportasi yang melaju antara lain saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) yang menguat sebesar 4,76%, saham PT Jasa Marga (JSMR) naik sebesar 2,28%, dan saham PT Wijaya Karya (WIKA) naik sebesar 1,39%.

Sementara itu, IHSG juga didukung oleh kinerja sejumlah saham unggulan atau blue chip, seperti saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang menguat sebesar 1,09%, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) naik sebesar 0,84%, dan saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) naik sebesar 0,50%.

Namun, terdapat pula beberapa saham yang melemah pada perdagangan hari ini, seperti saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) yang turun sebesar 1,10% dan saham PT United Tractors Tbk (UNTR) yang melemah sebesar 0,62%.

Secara umum, IHSG masih berada di zona hijau pada perdagangan hari ini. Pada sesi perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup menguat sebesar 0,56% atau naik sebanyak 37,19 poin menjadi 6.567,34. Semoga IHSG terus memperlihatkan performa yang positif pada perdagangan hari ini.

Penguatan IHSG pada perdagangan Kamis (9/3) juga terjadi di tengah kondisi pasar yang masih dibayangi oleh ketidakpastian akibat pandemi Covid-19 dan kebijakan moneter global yang terus berubah. Namun, para investor diharapkan tetap berhati-hati dalam melakukan transaksi dan mewaspadai potensi risiko yang masih ada.

Analis dari PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Surya Wijaya, menyebutkan bahwa pergerakan IHSG pada hari ini terkait dengan sentimen global yang cukup positif, terutama dari bursa saham AS yang ditutup menguat pada perdagangan sebelumnya. Selain itu, kenaikan harga minyak dunia dan rupiah yang cukup stabil juga turut mendukung penguatan IHSG pada hari ini.

Namun, William juga menambahkan bahwa ada beberapa faktor yang perlu diwaspadai oleh investor, seperti kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) yang berpotensi memberikan tekanan pada sektor keuangan dan kenaikan harga komoditas yang masih belum terkendali. Oleh karena itu, William menyarankan agar para investor lebih selektif dalam memilih saham dan mewaspadai potensi risiko yang masih ada.

Secara teknikal, IHSG saat ini berada di atas level support di 6.566 dan masih memiliki potensi untuk menguat lebih lanjut menuju level resistance di 6.652. Namun, jika terjadi tekanan jual yang cukup besar, IHSG berpotensi untuk turun menuju level support selanjutnya di 6.500.

Dalam kondisi pasar yang masih fluktuatif seperti saat ini, para investor diharapkan untuk tetap tenang dan tidak panik. Selalu perhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi pergerakan IHSG dan lakukan analisis yang cermat sebelum melakukan transaksi. Hal ini akan membantu para investor untuk mengambil keputusan yang tepat dan menghindari potensi risiko yang tidak diinginkan.

Selain itu, para investor juga perlu memperhatikan perkembangan terkini mengenai penyebaran pandemi Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian global. Meskipun Indonesia telah memulai program vaksinasi Covid-19, namun penyebaran varian baru virus tersebut masih menjadi ancaman yang harus diwaspadai.

Seiring dengan hal tersebut, pemerintah juga diharapkan untuk terus melakukan upaya-upaya untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional dan memberikan kepastian bagi para investor. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah dengan merestrukturisasi sejumlah perusahaan BUMN yang terdampak pandemi Covid-19, seperti PT Garuda Indonesia Tbk dan PT Krakatau Steel Tbk.

Dalam jangka pendek, IHSG masih akan dipengaruhi oleh faktor-faktor yang tidak pasti, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Oleh karena itu, para investor perlu mewaspadai potensi risiko yang masih ada dan melakukan investasi dengan bijak.

Meskipun demikian, IHSG terus menunjukkan performa yang positif pada perdagangan hari ini dan menjadi sinyal positif bagi perekonomian Indonesia. Diharapkan IHSG dapat terus menguat pada perdagangan selanjutnya dan memberikan keuntungan bagi para investor di pasar saham Indonesia.

 

You May Also Like

About the Author: Bluepoin

Situs Teknologi dan Informasi Masakini