GOTO Masuk LQ45! MTEL Buyback 1T! Ini Rekomendasi Saham (3/6)

Bluepoin.com – Indeks saham di Asia pada Kamis (2/6) di tutup turun, tertekan oleh kekhawatiran investor mengenai inflasi yang tinggi dan ancaman resesi ekonomi. Rilis sejumlah data ekonomi AS semalam memicu kekhawatiran bahwa bank sentral AS (Federal Reserve) akan perlu lebih tegas (hawkish) dalam mengontrol lonjakan inflasi.

 

Data ISM Manufacturing Index bulan Mei dan data Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) untuk bulan April keluar lebih baik dari ekspektasi sehingga memperkuat keyakinan investor bahwa Federal Reserve akan melanjutkan kenaikan suku bunga acuan secara agresif untuk memperlambat laju inflasi. Keyakinan investor ini juga di perkuat oleh komentar dari sejumlah pejabat Federal Reserve yang meminta agar suku bunga acuan terus di naikkan.

 

Presiden Federal Reserve Bank di San Francisco Mary daly dan Presiden Federal Reserve Bank St. Louis James Bullard keduanya mendukung rencana kenaikan suku bunga sebesar 50 bps bulan ini sementara Presiden Federal Reserve Bank Richmond Thomas Barkin mengatakan pengetatan kebijakan moneter untuk saat ini adalah sesuatu yang sangat masuk akal.

 

Dari sisi makroekonomi, investor mencerna rilis data S&P Global Manufacturing PMI Korea Selatan yang turun ke level 51.8 di bulan Mei dari level 52.1 pada bulan sebelumnya sehingga memperpanjang rangkaian pertumbuhan (> 50) menjadi 20 bulan beruntun. Namun demikian, sub-indeks produksi (output) kembali ke dalam teritori negatif dan pesanan ekspor baru (new export orders) mengalami penurunan selama 3 bulan beruntun, di pimpin oleh pelemahan permintaan dari Tiongkok.

 

Dari dalam negeri, data S&P Global Indonesia Manufacturing PMI turun ke level 50.8 di bulan Mei dari level 51.9 pada bulan sebelumnya. Ini adalah pertumbuhan positif selama 9 bulan beruntun meskipun dengan laju yang paling lemah. Selain itu, tingkat inflasi umum Indonesia naik menjadi 3.55% Y/Y di bulan Mei, tertinggi sejak Desember 2017, dari 3.47% Y/Y pada bulan sebelumnya dan lebih tinggi dari estimasi pasar, 3.6% Y/Y. Pada saat yang sama, inflasi inti melambat menjadi 2.58% Y/Y dari 2.60% pada bulan April yang juga merupakan tingkat tertinggi dalam 23 bulan terakhir.

 

Indonesia Stock Market

IHSG ditutuup datar ditopang oleh kenaikan GOTO, Sementara itu sentimen negatif kenaikan suku bunga untuk melawan inflasi masih membebani. investor asing mencatatkan Net Buy Rp661M, sebagian besar saham bank besar melemah akibat aksi ambil untung menyusul lonjakan harga selasa lalu. sementara itu GOTO Naik +13% diakibatkan akan dimasukannya ke dalam LQ45, IDX30 dan IDX80 yang akan efektif padsa tanggal 8 juni 2022. Sementara MTEL menyusul berita akan menggunakan Kas untuk buyback saham hingga 1T dengan nominal max harga Rp801.

Statistik

IHSG: 7,148.723 | -0.247 poin |(-0.00%)
Volume (Shares) : 24.988 Billion
Total Value (IDR) : 20.552 Trillion
Market Cap (IDR) : 9,406.315 Trillion
Foreign Net Buy (RG): IDR 661.01 Billion
Saham naik : 278
Saham turun : 263

 

Sektor Penekanan Terbesar

Barang Baku : -1.60%
Finansial : -1.30%
Energi : -0.90%

 

Berikut Rekomendasi saham Pilihan Hari Ini Jumat ( 3/06 ) – Bluepoin

CENT
BUY 200 - 210
TP1 220 - 226
TP2 232 - 238
TP3 250 - 260
SL IF CLOSE <195

You May Also Like

About the Author: bluepoin.com

Bluepoin.com merupakan portal web berita dan artikel daring di Indonesia.